Langsung ke konten utama

Perjalanan Perahu Nuh

Penulis : Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

PERJALANAN PERAHU NUH
       Perahu Nuh adalah perahu pertama dalam sejarah, dan perjalanannya adalah perjalanan pertama yang melintasi laut dengan jarak tempuh yang panjang dengan berbagai rintangan penuh resiko yang dihadapi, diliputi kondisi-kondisi yang tidak diketahui serta berbagai kerumitan, dan perkara-perkara yang misterius. Akan tetapi, keamanan dari Allah dan janji-Nya bahwa Dia akan menyelamatkan orang-orang yang beriman merupakan penenteram dan penyejuk hati serta sebagai perlindungan dari kegundahan dan ketakutan. Ketetapan dan kehendak Allah pun telah terlaksana, perahu selamat dan berlabuh di tempat yang aman. Istri Nuh dan putranya menjadi contoh bagi pengingkaran, penentangan, dan upaya untuk meloloskan diri dari air yang menenggelamkan. Akhirnya dia tenggelam dengan kemudahan yang dikehendaki Allah, dan dia termasuk kalangan yang binasa.
       Ini adalah perjalanan laut pertama dalam sejarah. Perahu Nuh a.s. berlayar di laut dan mengarungi luasnya lautan dan memecah deburan ombak besar di tengah laut disebabkan angin kencang yang menerpa. Dengan izin dan pengayoman Allah, perahu pun dapat membawa para penumpangnya. Perahu berlayar membawa mereka dengan cepat di atas permukaan air dengan deburan ombaknya yang tinggi, seperti gunung yang menjulang dan menjangkau sampai ke puncak gunung dan bukit-bukitnya yang tinggi, Nuh pun memanggil putranya, Kan'an yang berada di suatu arah yang terpisah darinya, namun putranya itu kafir terhadap risalah Nuh, kemudian Nuh memintanya untuk beriman dan naik perahu bersamanya agar dia tidak tenggelam dan tidak bersama orang-orang kafir yang binasa.
       Putra yang ingkar dan durhaka ini menyanggah Nuh dengan berkata; aku akan mencari tempat berlindung dan aku akan naik ke gunung agat aku dapat terjaga dan tidak tenggelam di air. Dia mengira bahwa itu adalah banjir biasa yang dapat dihindari dengan berlindung di tempat yang tinggi atau gunung yang tinggi. Nuh a.s. menjawabnya; pada hari ini tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungi dari air dan ketetapan Allah serta adzab-Nya yang diturunkan-Nya sebagai hukuman bagi orang-orang kafir, akan tetapi orang yang dirahmati Allah akan terjaga, dan siapa yang dirahmati-Nya maka dia terlindungi. Air yang semakin tinggi pun memisahkan antara bapak dan anak saat dialog tengah berlangsung, dan akhirnya anak pun termasuk dalam kaum yang ditenggelamkan dan binasa.
       Kejadian yang sangat mencekam pun benar-benar terwujud dan air menutupi seluruh permukaan bumi. Ketika apa yang dikehendaki telah terwujud dan Allah telah menyelamatkan orang-orang yang berada di dalam perahu, Allah memerintahkan kepada bumi agar menarik kembali airnya yang tadinya menyembur darinya dan terhimpun di atasnya, dan memerintahkan langit agar menghentikan turunnya air hujan. Allah SWT berfirman; hai bumi, tariklah kembali airmu yang memancar darimu, dan hai langit, hentikan air hujan. Air pun surut sebagai wujud kepatuhan kepada perintah ilahi, dan perkaranya telah ditetapkan, maksudnya apa yang dijanjikan oleh Allah kepada Nuh telah terpenuhi, yaitu berupa kebinasaan kaumnya yang zalim, dan perahu berlabuh di gunung judi beserta para penumpangnya, tepatnya di wilayah selatan Iraq, di Mushil. Ada yang mengatakan; kebinasaan dan kerugian bagi kaum yang zalim, dan jauh dari rahmat Allah.
       Nuh mengulang-ulang permohonannya kepada Tuhannya dengan mengucapkan; Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya Engkau telah menjanjikan kepadaku keselamatan bagi mereka, dan janji-Mu adalah benar yang tidak diingkari, lantas bagaimana kesudahannya? Padahal Engkau adalah hakim yang paling bijaksana dan paling adil dalam kebenaran.
       Kemudian Tuhannya menjawabnya; hai Nuh, sesungguhnya anakmu bukan termasuk keterunanmu, tidak pula termasuk keluargamu yang Aku janjikan keselamatan bagi mereka. Sesungguhnya Aku menjanjikan kepadamu untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman, sedangkan anakmu melakukan perbuatan yang tidak baik, maksudnya memungkiri dakwah petunjuk, kebenaran, dan kebaikan, serta bergabung dalam kalangan orang-orang kafir. Karena itu, janganlah kamu meminta kepada-Ku sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan pengetahuan yang benar, dan kamu tidak mengetahui sejauh mana kebenarannya. Aku melarangmu agar kamu tidak termasuk dalam kalangan orang-orang bodoh yang meminta pengguguran kebijaksanaan dan hukum Allah, maka janganlah kamu termasuk orang yang berdosa. Ini merupakan dalil bahwa yang dijadikan acuan penilaian adalah kekerabatan agama bukan kekerabatan nasab, dan bahwasanya hukum Allah di antara makhluk-Nya berlaku secara sama dan adil secara mutlak tanpa pilih kasih terhadap seorang pun, dan bahwasanya orang yang menentang layak mendapatkan kecaman, serta bahwa kebodohan merupakan kiasan dari dosa.
       Nuh berkata; ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dan memohon pengayoman kepada-Mu dan keagungan-Mu, agar aku tidak meminta kepada-Mu apa yang tidak aku ketahui dengan pengetahuan yang benar, dan jika Engkau tidak mengampuniku terkait dosa permintaanku ini, serta tidak menyayangiku dengan menerima tobat dan insyafku, niscaya aku menjadi termasuk orang yang amalnya mengalami kerugian. Inilah tuntunan orang-orang saleh dalam berdoa dengan merendahkan diri dan tunduk kepada Tuhan seluruh alam, meskipun hamba yang memohon itu seorang nabi atau rasul.

Sumber : Buku Tafsir Al-Wasith

Admin : Pers Media IPM Sinjai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IPM Sinjai Borong Gelar Musycab V: Lahirkan Kepemimpinan Baru, Tancapkan Semangat "A New Era"

Sinjai Borong, 15 Desember – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Sinjai Borong sukses menggelar Musyawarah Cabang (Musycab) V yang berlangsung di Aula MTs Al Khaerat Barambang, pada [Sebutkan Tanggal 14 Desember 2025. Acara tersebut menghasilkan kepengurusan baru yang siap memimpin organisasi pelajar ini ke periode berikutnya, dengan semangat pembaharuan yang dicanangkan sebagai "A New Era."              Ketua Umum PC IPM Sinjai Borong Dalam sambutan penutupnya, Ketua Umum IPM Sinjai Borong 2023-2025, IPMawati Siska Ambarwati menekankan bahwa Musycab ini jauh melampaui sekadar agenda pemilihan. "Musyawarah ini merupakan a new era yang merupakan awal baru untuk kita semua bukan hanya untuk memilih kepengurusan, tetapi untuk memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian," ujarnya penuh semangat. Ia juga mengingatkan tentang esensi kepemimpinan sejati di kalangan pelajar Muhammadiyah. "Menjadi pemimpin memanglah sangat keren, tapi di ...

PW IPM Sulawesi Selatan Gaungkan Muktamar XXIV, Baliho Besar Terpampang di Pusat Kota Sinjai.

Sinjai - Rabu 07 Januari 2026, Pusat Kota Sinjai kini menghadirkan nuansa baru dengan terpampangnya baliho besar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan yang menandai penunjukan resmi sebagai Tuan Rumah Muktamar XXVI yang dijadwalkan berlangsung pada 5-8 Februari mendatang.                        Syiar Muktamar XXIV                  Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Selatan menjadi amanah besar sekaligus kebanggaan bagi kader IPM di wilayah tersebut. Penetapan ini disambut penuh syukur dan haru oleh seluruh elemen IPM, termasuk kader di daerah-daerah, yang siap menyambut kedatangan pelajar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. PW IPM Sulawesi Selatan mengajak seluruh kader, simpatisan, serta keluarga besar Muhammadiyah untuk memberikan doa dan dukungan demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Muktamar XXVI. Forum ini dihara...

Usung Tema "Pelajar Berkarakter dan Berdampak", PC IPM Sinjai Tengah Periode 2025-2027 Resmi Dilantik

​SINJAI – 27 Desember 2025 Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Sinjai Tengah resmi dilantik sebagai nakhoda baru. Prosesi pelantikan pengurus periode 2025-2027 ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema besar: "Wujudkan Era Baru Pelajar Sinjai Tengah yang Berkarakter dan Berdampak." yang berlangsung di aula pertemuan Desa Gantarang, Kec. Sinjai Tengah.                Pelantikan PC IPM Sinjai Tengah  ​Agenda Pelantikan ini dihadiri oleh Ayahanda Ketua PC Muhammadiyah Sinjai Tengah, unsur pemerintah Sesa Gantarang, Organisasi kepelajaran, serta kader IPM se-Kabupaten Sinjai. Pelantikan ini menjadi momentum semangat baru gerakan pelajar di cabang sinjai tengah. ​Dalam pidato iftitahnya,  Ketua Umum PC IPM Sinjai Tengah terpilih, IPMawati Ufrah, menegaskan bahwa periode ini bukan sekadar melanjutkan estafet kepemimpinan, melainkan memulai transformasi gerakan. ​"Tema 'Pelajar berkarakter dan berdampak' yang...