Langsung ke konten utama

Pendidikan Dimasa Pandemi, Belajar Daring Solusi atau Distorsi

Penulis: Sabriani
Ketua Bidang ASBO PC IPM Tellulimpoe

Membahas berbagai polemik tentang pendidikan tidak ada salahnya jika menelusuri persepsi tokoh pendidikan bangsa kita, Ki Hadjar Dewantara. Beliau mengajukan beberapa konsep pendidikan pada masanya demi mewujudkan tujuan pendidikan, yaitu Tri Pusat Pendidikan: (1) Pendidikan keluarga; (2) Pendidikan dalam alam perguruan; (3) Pendidikan dalam alam pemuda atau masyarakat. 

Menurutnya, Tri Pusat Pendidikan ini harus mampu diperoleh anak sedini mungkin agar unsur kebudayaan melekat dari awal sehingga menghasilkan manusia yang tangguh dalam kehidupan masyarakat. Kemudian kita melihat tujuan pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 yang berfokus untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Tujuan pendidikan diatas tentu tidaklah mudah terealisasi di tengah bencana virus yang melanda bangsa ini yakni COVID-19. Pendidikan dimasa pandemi dengan berbagai bentuk kebijakannya tentu memdapatkan banyak respon oleh banyak pihak. Dalam tulisan opini ini kita akan membahas salah satu kebijakan pendidikan yakni, pemberlakuan sistem belajar daring (dalam jaringan) atau online dari rumah.

Baca Juga


Sejak merebaknya virus Covid-19 ini di Indonesia pada awal maret 2020 lalu, Mendikbud kemudian mengeluarkan surat edarannya pada tanggal 17 Maret 2020 yang bernomor 36962/MPK.A/HK/2020. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan pada poin empat bahwa khusus untuk daerah yang sudah terdampak Covid-19 berlaku ketentuan, yakni: memberlakukan pembelajaran secara daring dari rumah bagi siswa dan mahasiswa. 

Nah, disini kita ingin mencermati bagaimana kebijakan tersebut, apakah belajar daring merupakan solusi atau justru menjadi distorsi?. Sekali lagi kita hanya mencermati disini, kemudian menuangkannya dalam tulisan ini.

Pertama, kita cermati pendapat salah satu praktisi pendidikan Kristina, sekaligus Director of Studies Yayasan Pendidikan Mulia Bakti (YPMB). Dalam keterangan tertulisnya kepada suara.com mengatakan sangat memahami bahwa banyak orang tua murid khawatir untuk menyekolahkan anaknya dimasa pandemi Covid-19, namun belajar melalui sistem online tetap yang terbaik pada masa pandemi ini.

Dia juga menjelaskan berdasarkan penelitian manfaat anak tetap bersekolah lebih banyak dari pada kekurangannya. Menurutnya, ada sembilan manfaat belajar secara daring, diantaranya; kapasitas belajar yang lebih banyak, membantu menjaga perilaku disiplin, dan menjaga otak tetap berkembang. 

Tentunya waktu belajar dirumah selama masa pandemic sangatlah banyak, jam pelajaran sama ketika belajar tatap muka dan ditambah dengan tidak adanya waktu istirahat serta tugas-tugas kelompok yang menganjurkan untuk keluar rumah dan mereka juga lebih santai.

Disamping itu, para peserta didik juga tetap dituntut untuk berperilaku disiplin, seperti absen tepat waktu saat masuk belajar, mengaktifkan kamera dan mengenakan seragam sekolah saat zoom, dan pengumpulan tugas sebelum deadline. Belajar online dari rumah juga tetap bisa membuat otak anak berkembang dengan baik, bagaimana tidak? Mereka lebih dituntut memahami sebuah materi dengan penjelasan yang lewat online saja. 

Akan tetapi, kemampuan berpikir dengan baik dan memanfaatkan sumber-sumber belajar dari internet untuk referensi, para siswa bisa menyelesaikan tugas dengan baik. 

Kedua, agar berimbang kita cermati pendapat Bagus Sanyoto yang merupakan konsultan pendidikan di Surabaya. Dalam paparannya kepada Radio Suara Surabaya mengatakan bahwa masih diperlukan buku atau modul fisik sebagai pendukung pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19. Alasannya karena banyaknya gangguan yang dialami anak saat belajar daring. 

Dia melanjutkan bahwa pembelajaran secara tatap muka saja banyak susahnya, baik dari guru maupun dari siswa. Jadi, pembelajaran secara daring banyak distorsinya sehingga kurang efektif. Demikian menurut analisa dari konsultan pendidikan tersebut. Meskipun tidak dijelaskan secara detail bentuk distorsi yang dimaksud dalam keterangannya pada media itu, disini kita akan munculkan beberapa distorsi tersebut berdasarkan yang terlihat selama masa pandemi ini. Distorsi yang dimaksud disini adalah suatu kejadian yang lahir dengan secara jelas menjauh dari tujuan pendidikan sebagaimana telah disajikan di atas atau bertentangan dengan manfaat dari belajar daring yang dikemukakan oleh Kristina. 

Agar berimbang, kita hanya akan memunculkan tiga bentuk distorsi, diantaranya: (1) Waktu belajar yang sangat sedikit, karena fakta dilapangan sekarang ini, anak-anak lebih fun dengan game dan dunia hiburan yang mereka senangi; (2) Tingkat kedisiplinan mereka sangat rendah, karena mereka dengan sesuka hati join di meet tanpa mengaktifkan kamera, absen setelah jam pelajaran selesai, tugas dikumpul tidak tepat waktu; (3) Anak-anak belajar dirumah cenderung mengandalkan mesin pencari pada gadget mereka untuk menyelesaikan tugas daripada mereka harus berpikir keras untuk menemukan jawaban atau bertanya pada guru ketika tidak mengerti, akibatnya otak mereka tidak berkembang karena tidak digunakan untuk belajar menemukan solusi atas kesulitan yang mereka hadapi, mereka hanya mengandalkan yang sudah ada karena mereka pikir itu akan lebih cepat dan mudah. 

Dari penjelasan yang telah saya paparkan tadi, kita dapat melihlat apa yang menjadi sisi baik dan sisi buruk dari belajar daring. Masa pandemi ini memang menjadi sebuah tantangan untuk segala lini kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Meski dalam kondisi yang seperti ini, pendidikan di Indonesia harus terus berada dalam tujuan, yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Dunia pendidikan harus tetap berjalan sebagaimana mengikuti perkembangan yang terjadi dan tidak boleh terjangkit oleh wabah. Maka dari itu tenaga pendidik dan peserta didik harus memiliki kerjasama yang baik dengan menghadirkan solusi dan menghilangkan distorsi yang bisa menghambat tercapainya tujuan pendidikan. Salam pendidikan, Salam Sehat untuk kita semua. Aamiin Ya Rabb.

Editor: Muhammad Fitrah
Kabid PIP PD IPM Sinjai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IPM Sinjai Borong Gelar Musycab V: Lahirkan Kepemimpinan Baru, Tancapkan Semangat "A New Era"

Sinjai Borong, 15 Desember – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Sinjai Borong sukses menggelar Musyawarah Cabang (Musycab) V yang berlangsung di Aula MTs Al Khaerat Barambang, pada [Sebutkan Tanggal 14 Desember 2025. Acara tersebut menghasilkan kepengurusan baru yang siap memimpin organisasi pelajar ini ke periode berikutnya, dengan semangat pembaharuan yang dicanangkan sebagai "A New Era."              Ketua Umum PC IPM Sinjai Borong Dalam sambutan penutupnya, Ketua Umum IPM Sinjai Borong 2023-2025, IPMawati Siska Ambarwati menekankan bahwa Musycab ini jauh melampaui sekadar agenda pemilihan. "Musyawarah ini merupakan a new era yang merupakan awal baru untuk kita semua bukan hanya untuk memilih kepengurusan, tetapi untuk memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian," ujarnya penuh semangat. Ia juga mengingatkan tentang esensi kepemimpinan sejati di kalangan pelajar Muhammadiyah. "Menjadi pemimpin memanglah sangat keren, tapi di ...

PW IPM Sulawesi Selatan Gaungkan Muktamar XXIV, Baliho Besar Terpampang di Pusat Kota Sinjai.

Sinjai - Rabu 07 Januari 2026, Pusat Kota Sinjai kini menghadirkan nuansa baru dengan terpampangnya baliho besar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan yang menandai penunjukan resmi sebagai Tuan Rumah Muktamar XXVI yang dijadwalkan berlangsung pada 5-8 Februari mendatang.                        Syiar Muktamar XXIV                  Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Selatan menjadi amanah besar sekaligus kebanggaan bagi kader IPM di wilayah tersebut. Penetapan ini disambut penuh syukur dan haru oleh seluruh elemen IPM, termasuk kader di daerah-daerah, yang siap menyambut kedatangan pelajar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. PW IPM Sulawesi Selatan mengajak seluruh kader, simpatisan, serta keluarga besar Muhammadiyah untuk memberikan doa dan dukungan demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Muktamar XXVI. Forum ini dihara...

Usung Tema "Pelajar Berkarakter dan Berdampak", PC IPM Sinjai Tengah Periode 2025-2027 Resmi Dilantik

​SINJAI – 27 Desember 2025 Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Sinjai Tengah resmi dilantik sebagai nakhoda baru. Prosesi pelantikan pengurus periode 2025-2027 ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema besar: "Wujudkan Era Baru Pelajar Sinjai Tengah yang Berkarakter dan Berdampak." yang berlangsung di aula pertemuan Desa Gantarang, Kec. Sinjai Tengah.                Pelantikan PC IPM Sinjai Tengah  ​Agenda Pelantikan ini dihadiri oleh Ayahanda Ketua PC Muhammadiyah Sinjai Tengah, unsur pemerintah Sesa Gantarang, Organisasi kepelajaran, serta kader IPM se-Kabupaten Sinjai. Pelantikan ini menjadi momentum semangat baru gerakan pelajar di cabang sinjai tengah. ​Dalam pidato iftitahnya,  Ketua Umum PC IPM Sinjai Tengah terpilih, IPMawati Ufrah, menegaskan bahwa periode ini bukan sekadar melanjutkan estafet kepemimpinan, melainkan memulai transformasi gerakan. ​"Tema 'Pelajar berkarakter dan berdampak' yang...